1. Assalamualaikum mau twit mengenai #Khusyuk boleh ya?
2. Segala puji hanya milik Allah. Kita selalu memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan meminta ampunan-Nya.| #Khusyuk
3. Aku bersaksi bahwa sesembahan yg benar itu hanyalah Allah, tidak ada sekutu baginya | #Khusyuk
4. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. | #Khusyuk
5. Ketahuilah, kekhusyukan adalah panji pertama yang akan diangkat (dihilangkan) dari umat ini. Sebagaimana dalam sebuah hadits| #Khusyuk
6. “Sesungguhnya yang pertama kali diangkat (dicabut) dari manusia adalah kekhusyukan”. | #Khusyuk
7. [HR. Thabrani, al-Kabiir 7183] | #Khusyuk
8. Oleh karena itu, sebagai nasihat bagi diri kami sendiri dan bagi kaum beriman lainnya, mari kita kaji mengenai #Khusyuk
9. "Dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, | #Khusyuk
10. Maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” (QS.20:108) | #Khusyuk
11. Jika hati itu #Khusyuk maka akan #Khusyuk pula pendengaran,
12. pengelihatan, kepala, wajah, dan seluruh anggota tubuh lainnya termasuk ucapan. | #Khusyuk
13. Perhatikan, #Khusyuk dalam shalat adalah kelembutan hati dan ketenangan pikiran.
14. #Khusyuk adalah hilangnya keinginan buruk yg bersumber dari mengikuti hawa nafsu, dan ketundukan hati sepenuhnya kepada Allah.
15. Adapun #Khusyuk dalam shalat adalah suatu keadaan di dalam hati
16. berupa rasa takut krn merasa diawasi Allah dan merendah atas keagungan-Nya. | #Khusyuk
17. Dan yang namanya jiwa yang tidak taat dan tidak meninggalkan maksiat TIDAK AKAN bisa #Khusyuk
18. Kenapa? Karena yang namanya pelaku maksiat tidak memiliki rasa takut kepada Allah. | #Khusyuk
19. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa, | #Khusyuk
20. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang #Khusyuk´ dalam shalatnya.” (QS.23:1-2)
21. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma dalam menjelaskan siapakah orang-orang yang beruntung dalam QS.23:1-2 tersebut | #Khusyuk
22. “Yaitu khaa'ifuun (orang-2 yg takut) dan saakinuun (orang-2 yang tenang).” | #Khusyuk
23. Dan juga “Mukhbituun dan adzillaa’, yaitu orang-orang yang merendahkan dan menghinakan diri.” | #Khusyuk
24. Demikian atsar tersebut sebagaimana yang diriwayatkan oleh Mujahid, al-Hasan dan az-Zuhri. | #Khusyuk
25. Oleh karena itu sebagian fuqaha’ memasukkan kekhusyukan dalam shalat sebagai fardhu shalat | #Khusyuk
26. krn menundukkan kekhusyukan itu merupakan kehadiran hati dalam menunaikan shalat. | #Khusyuk
27. Akan tetapi yg benar adalah kekhusyukan itu merupakan sesuatu yg menambah nilai kehadiran hati. | #Khusyuk
28. Karena bisa jadi hati seseorang itu hadir, akan tetapi ia tidak khusyuk. –[ at-Tashiil, III/48]. | #Khusyuk
29. Kesimpulan sementara adalah orang yg #Khusyuk adalah orang yg tenang dan takut kepada Allah baik di dalam maupun di luar shalat.
30. Yang namanya #Khusyuk merupakan penolong paling kuat agar kita bisa teguh di atas perintah Allah Azza wa Jalla.
31. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
32. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang #Khusyuk.” (QS.2:45)
33. Jelas bahwa shalat akan terasa berat bagi mereka kecuali orang yg #Khusyuk.
34. Yaitu orang yg membenarkan apa yg Allah turunkan, yg takut kpd Allah, yg merendahkan diri dan mentaati-Nya. | #Khusyuk
35. Shalat akan terasa berat bagi mereka yg hatinya kosong dari mencintai Allah. | #Khusyuk
36. Itulah orang yg buta terhadap nikmat Allah atas dirinya… | #Khusyuk
37. Maka, beruntunglah hamba yg mendapatkan kecintaan Allah dan keridhaan-Nya, | #Khusyuk
38. Salah satu cara agar shalat kita #Khusyuk adalah dengan lebih mengenal Allah Jalla Jallalu.
39. Karena orang yg mengenal Rabb-nya, maka rasa takutnya akan lebih, dan otomatis dia akan #Khusyuk tatkala bermunajat kpd Allah.
40. Jelas bhw rasa takut kpd Allah akan membuat seseorang menahan diri dari maksiat | #Khusyuk
41. dan selalu mempersiapkan diri untuk bertemu dgn Rabb-nya. | #Khusyuk
42. “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.” QS.17:109
43. Kedua, sadarilah bahwa shalat merupakan pertemuan dan waktu dimana seorang hamba berbicara kepada Allah. | #Khusyuk
44. Berbicara disini maksudnya adalah memuji Allah, memohon ampunan-Nya dan mengadukan setiap masalah kepada-Nya. | #Khusyuk
45. Maka renungkanlah wahai orang yg mempunyai akal! | #Khusyuk
46. Apakah kalian mengira memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala| #Khusyuk
47. tidak membutuhkan rasa takut dan khawatir bhw Dia tidak mengabulkannya??? | #Khusyuk
48. Ketiga, sebagaimana ikhlas merupakan azaz diterimanya suatu ibadah, maka wajib kita belajar ikhlas kepada Allah. | #Khusyuk
49. Yaitu dengan menumbuhkan kekosongan hati serta merendahkan diri dan tunduk di hadapan-Nya. | #Khusyuk
50. Setiap amal, harus ditujukan demi mendapatkan wajah Allah Azza wa Jalla, | #Khusyuk
51. karena Allah akan menolak amal yg semata tdk ditujukan hanya kepada-Nya. | #Khusyuk
52. “Segala amal perbuatan itu berdasarkan niatnya, sedangkan masing-2 orang akan mendapatkan apa yg diniatkannya.” | #Khusyuk
53. [HR Bukhari 6953 dan Muslim 1907] | #Khusyuk
54. Masih banyak yang harus disampaikan mengenai pentingnya kekhusyukan dan bagaimana meraih kekhusyukan | #Khusyuk
55. Akan tetapi mulailah dulu dengan mempelajari apa yg sedikit dari nasehat ini. | #Khusyuk
56. Semoga kita dapat perlahan lahan menggapai kekhusukkan ini. | #Khusyuk
57. Sehingga #Khusyk dapat kita terapkan dlm shalat kita, hingga tdk menjadikan seperti rutinitas biasa.
58. Oleh karena itu jangan sia-siakan shalat yang kita tunaikan! | #Khusyuk
59. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna… | #Khusyuk
60. Semangat utk yg Shaum hari ini. Didapat dari Akhi @mamoadi. Semoga manfaat. Link #Khusyuk – http://islamdiaries.tumblr.com/post/11464106350/khusyuk-kumpulan-twit. Assalamualaikum.
TANDA-TANDA KIAMAT
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Tentang datangnya hari Kiamat, maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik Malaikat, Nabi, maupun Rasul, masalah ini adalah perkara ghaib dan hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mengetahuinya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” [Al-A’raaf: 187]
Juga firman-Nya:
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” [Al-Ahzaab: 63]
Juga ketika Malaikat Jibril Alaihissalam mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bertanya:
…فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ؟
“Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi Kiamat?”
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammenjawab:
مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ.
“Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” [1]
Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda Kiamat tersebut. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua: (pertama) tanda-tanda kecil dan (kedua) tanda-tanda besar.
Tanda-tanda kecil sangat banyak dan sudah terjadi sejak zaman dahulu dan akan terus terjadi di antaranya adalah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, munculnya banyak fitnah, munculnya fitnah dari arah timur (Iraq), timbulnya firqah Khawarij, munculnya orang yang mengaku sebagai Nabi, hilangnya amanah, diangkatnya ilmu dan merajalelanya kebodohan, banyaknya perzinaan, banyaknya orang yang bermain musik[2] , banyak orang yang minum khamr (minuman keras) dan merebaknya perjudian, masjid-masjid dihias, banyak bangunan yang tinggi, budak melahirkan tuannya, banyaknya pembunuhan, banyaknya kesyirikan, banyaknya orang yang memutuskan silaturrahim, banyaknya orang yang bakhil, wafatnya para ulama dan orang-orang shalih, banyaknya orang yang belajar kepada Ahlul Bid’ah, banyaknya wanita yang berpakaian tetapi telanjang[3], dan lain-lainnya. [4]
Banyak sekali dalil tentang hal ini, diantaranya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.
“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” [5]
Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا.
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah : diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan.” [6]
Kemudian munculnya tanda-tanda yang kedua, yaitu tanda-tanda Kiamat yang besar sebagai tanda telah dekatnya hari Kiamat. Penulis khususkan pembahasan tentang sebagian tanda-tanda Kiamat yang besar, karena ada sebagian orang (golongan) yang menolak tentang tanda-tanda besar tersebut berdasarkan akal, ra’yu dan hawa nafsu. Padahal para ulama Ahlus Sunnah sudah membahas permasalahan ini dalam kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadits, dan kitab-kitab ‘aqidah mereka.
Pembahasan mengenai permasalahan ini mengikuti jejak para ulama Ahlus Sunnah dalam kitab-kitab mereka, seperti dalam kitab Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyyah [7] dan kitab-kitab lainnya.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang adanya tanda-tanda Kiamat yang besar (kubra) seperti,[8] keluarnya Imam Mahdi, Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa Alaihissalam dari langit, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan yang lainnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Rabb-mu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengu-sahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula).’” [Al-An’aam: 158]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: (1) penenggelaman permukaan bumi di timur, (2) penenggelaman permukaan bumi di barat, (3) penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, (4) keluarnya asap, (5) keluarnya Dajjal, (6) keluarnya binatang besar, (7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj, (8) terbitnya matahari dari barat, dan (9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta (10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissalam.” [9]
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]
Link : http://almanhaj.or.id/content/2466/slash/0
Footnotes
[1]. HSR. Muslim (no. 2, 3, 4 dan 8), Abu Dawud (no. 4605, 4697), at-Tirmidzi (no. 2610), Ibnu Majah (no. 63) dan Ahmad (I/52).
[2]. Musik di dalam Islam hukumnya haram, sebagaimana haramnya khamr, zina, perjudian, dan lain-lain.
[3]. Terbukanya aurat termasuk dosa besar.
[4]. Untuk mengetahui lebih lengkap, lihat Asyraathus Saa’ah (hal. 57-235), oleh Dr. Yusuf bin ‘Abdillah al-Wabil.
[5]. HR. Al-Bukhari (no. 3176), dari Sahabat ‘Auf bin Malik z.
[6]. HR. Al-Bukhari (no. 80).
[7]. Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyyah (hal. 499) tahqiq Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
[8]. Untuk lebih lengkapnya lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim karya Ibnu Katsir, tahqiq Ahmad Abdusy Syaafi’, cet. Daarul Kutub al-Ilmiyah 1411 H, Asyraathus Saa’ah oleh Dr. Yusuf al-Wabil, cet. Maktabah Ibnul Jauzi, Qishshatul Masiih ad-Dajjaal wa Nuzuuli ‘Isa Alaihissalam wa Qatlihi Iyyaahu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany, cet. Maktabah Islamiyyah dan Fashlul Maqaal fii Raf’i ‘Isa Hayyan wa Nuzuulihi wa Qatlihid Dajjaal oleh Dr. Muhammad Khalil Hirras, cet. Maktabah As-Sunnah.
[9]. HR. Muslim (no. 2901 (40)), Abu Dawud (no. 4311), at-Tirmidzi (no. 2183), Ibnu Majah (no. 4055), Imam Ahmad (IV/6), dari Sahabat Hudzaifah bin Asiid Radhiyallahu ‘anhu dan ini lafazh Muslim. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam Tahqiiq Musnadil Imaam Ahmad (no. 16087).