1. Assalamualaikum mau twit mengenai Obat Ketika #Kangen ya…
  2. Gak bisa dipungkiri, manusia pasti akan bersentuhan dengan yang namanya cinta. | #Kangen
  3. Sementara dimana ada kecintaan pasti ada rasa kangen. Orang yang mencintai akan #Kangen kepada orang yang dicintainya.
  4. Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yg halal utk ditempuh #Kangen
  5. Maka menikah satu-satunya yang jadi pilihan. Nah timbul pertanyaan nih..Gimana kalau belom sanggup kalo belom boleh? | #Kangen
  6. Gimana kalo si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk sekolah dulu. | #Kangen
  7. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran diam2 sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa #Kangen.
  8. Lewat BB lah, chatting Y!M, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif. Padahal kita tahu Pacaran bukan jalan terbaik | #Kangen
  9. Sebenarnya rasa #Kangen ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan.
  10. Susah sih pasti ngejalaninnya.. tapi jangan nyerah yuk kita coba lihat ya. | #Kangen
  11. a. Berusaha untuk Ikhlas dalam Beribadah| #Kangen
  12. Ikhlas adalah obat manjur penyakit #Kangen.
  13.  Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, | #Kangen
  14. Maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. | #Kangen
  15. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. | #Kangen
  16. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, | #Kangen
  17.  niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. | #Kangen
  18. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. | #Kangen
  19.  Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. | #Kangen
  20.  Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.” | #Kangen
  21. Hati yang tidak ikhlas akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta | #Kangen
  22. b. Banyak Memohon pada Allah| #Kangen
  23. Setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi do’a tersebut segera dikabulkan oleh Allah. | #Kangen
  24. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, | #Kangen
  25.  Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) | #Kangen
  26. melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, | #Kangen
  27. [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan | #Kangen
  28. [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” | #Kangen
  29.  Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” | #Kangen
  30. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar). | #Kangen
  31. HR. Ahmad no. 11149, 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus). | #Kangen 
  32. Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, | #Kangen
  33.  Merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah Ta’ala akan mengabulkan do’anya. | #Kangen
  34. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit #Kangen dan cinta yang ada di hatinya.
  35. Penyakit yang menyebabkan dirinya uring2an, sedih dan bingung. Oleh karena itu, perbanyaklah do’a. | #Kangen
  36. c. Menjaga Pandangan. | #Kangen
  37.  Orang yang memandang dengan sepintas biasanya jarang yang mendapatkan rasa suka atau bisa jadi cinta. | #Kangen
  38. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang bisa menimbulkan perasaan itu. | #Kangen
  39.  Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. | #Kangen
  40.  Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, | #Kangen
  41.  “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). | #Kangen
  42.  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku | #Kangen
  43. agar aku segera memalingkan pandanganku. (HR. Muslim no. 2159). | #Kangen
  44. Ada Tiga faedah dari menundukkan pandangan | #Kangen
  45. disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (Majmu’ Al Fatawa, 15/420-426) | #Kangen
  46. Pertama: Akan merasakan manis dan lezatnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, | #Kangen
  47. Maka Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik. | #Kangen
  48. Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang. | #Kangen
  49. Ketiga: Akan lebih menguatkan hati. | #Kangen
  50. d. Lebih Giat Menyibukkan Diri| #Kangen
  51. Dalam situasi gak ada kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk memikirkan orang yang ia cintai. | #Kangen
  52. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. | #Kangen
  53. Oleh karena itu, untuk antisipasi rasa kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat | #Kangen
  54. Tentunya yg bermanfaat dan baik untuk dunia atau akhirat. | #Kangen
  55. Dan kalau sudah Cinta banget maka suka lupa diri deh. Hati2 dgn cinta yg bisa membutakan kita | #Kangen
  56. Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran| #Kangen
  57. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. | #Kangen
  58.  Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.” | #Kangen
  59. Semoga Allah Ta’ala selalu menuntun kita dan menolong kita utk tetap pada jalan Nya. | #Kangen
  60. Semoga Allah memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. | #Kangen
  61. Semoga manfaat twit Obat Ketika #Kangen nya. Kajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Selamat menjalani hari.  Assalamualaikum


Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.

Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak mereka, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua mereka masih mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya perbuatan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (Al Anbiyaa’ :1)

Mayoritas manusia dalam keadaan lalai

Al Imam Ibnu Al Qayyim rahimahullah berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya -kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya.” (Yusuf: 103)
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala, artinya: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al An'am : 116)
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala, artinya: "Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus : 92)

Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Allah dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main ? Sama sekali tidak…..Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai .” (Al Araf : 205)

Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata : Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia berfirman, artinya: “Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Qs: Al-Ahzab: 41)
Dan berfirman, artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring” (Qs: Ali Imran: 191)

Siksa bagi orang yang lalai

Orang-orang yang lalai mendapatkan sangsi di dunia dan sangsi di akhirat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang ummat Nabi Musa as tatkala mereka mendustakan dan menyakitinya, artinya: “Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggalamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (Qs: Al-A'raf: 136)

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan neraka Jahannam yaitu tempat siksaan di akhirat sebagai tempat kembali dan tempat tinggal bagi orang-orang yang lalai, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manuia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Qs: Al-A'raf:179)

Ayat ini menjelaskan bahwa tempat akhir orang-orang yang lalai adalah Jahannam disebabkan mereka memiliki hati, namun hatinya sangat keras, tidak pernah tersentuh dan terenyuh, serta tidak tergerak sedikitpun dengan mau'idhah (wejangan), dia bagaikan batu, bahkan lebih keras.

Mereka memiliki mata yang mampu melihat pemandangan dhahir (luar) segala sesuatu, namun tidak mampu melihat dengannya hakikat segala urusan, dan tidak mampu dengannya membedakan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan.

Dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka mendengarkan suara-suara kebatilan, seperti dusta, nyanyian, kata-kata kotor, ghibah, dan namimah, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya dalam mendengarkan hal yang benar dan jujur yang berupa kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sunnah Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus : 7-8)
Dan Dia Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang adzab orang-orang yang lalai di Jahannam, “Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” ( Al Anbiya : 97-98)

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memberitahukan bahwa kelalaian itu bila telah menguasai hati menyebabkan seseorang ridla dengan kekufuran, dadanya merasa tenteram dengannya, pintu-pintu hidayah tertutup, dan terkuncilah hati itu, wal ‘iyadzu billah, sehingga taubat dan hidayah sangat sulit tercapai, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: “Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannyAllah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatan-nya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.” (An Nahl :106-108)

Lalai sebab segala kejelekan

Al Imam Ibnu Al Qayyim berkata : Dan lalai dari (mengingat) Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hari kemudian bila berpasangan dengan mengikuti hawa nafsu maka terlahirlah dari keduanya segala macam keburukan, dan umumnya bergabung antara keduanya dan tidak pernah terpisahkan.
Barang siapa memperhatikan kerusakan situasi alam ini, secara umum maupun khusus maka dia bakal mendapatkannya sebagai akibat dari kedua hal ini.

Kelalaian menjadi penghalang antara seseorang dengan kemampuan memandang kebenaran, mengetahuinya, dan memahaminya, sehingga ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang sesat.

Tanda-tanda lalai

Saudaraku tercinta, lalai itu memiliki banyak tanda, dikala kita melihat salah satunya ada dalam diri kita, maka ketahuilah sesungguhnya kita dalam bahaya, cepatlah koreksi diri, kejarlah ketinggalan, dan mulailah menanggulangi tanda-tanda ini dengan cara-cara yang disyari'atkan agar kita mampu melepaskan diri dari cengkaramannya sepanjang masa. Dan di antara-tanda itu adalah :

* Menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan inilah fenomena kelalaian yang paling besar.
* Kufur, fasiq, dan nifaq.
* Melakukan perbuatan-perbuatan keji, seperti zina, sodomi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya.
* Menyia-nyiakan shalat, dan menye-pelekan waktu-waktunya, serta (meninggalkan)mendirikannya secara berjamaah di mesjid.
* Sedikit mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
* Sedikit membaca Al Qur'an.
* Meninggalkan berdoa, dan berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
* Mencintai dunia, dan menyibukan diri untuk mengumpulkannya dengan berbagai cara.
* Tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik dalam hal pakaian, cara hidup, dan penampilan.
* Berteman dengan orang-orang jahat, dan orang yang tidak mau mengingatkannya kepada Allah.
* Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang bukan termasuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
* Terlalu banyak makan, minum, tidur, dan bergaul, karena itu semua menyebabkan rusaknya hati dan malasnya anggota badan dari melaksanakan berbagai macam ketaatan.
* Mendengarkan lagu-lagu, dan menonton siaran parabola yang beracun.
* Tidak hati-hati dalam segala hal yang berkaitan dengan halal dan haram.
* Melanggar keharaman-keharaman yang nampak, seperti mempergunakan narkoba, merokok, laki-laki mengisbalkan pakaiannya dan mencukur jenggot, wanita ber-tabarruj dan keluar dengan bersolek, dan lain sebagainya.

Disarikan dari nasrah Darul Wathan, “Ila mata al ghaflah”

Sumber: http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=343

Published by Abdullah Hadrami

Artikel:  Hatibening.com (2008)