1. Assalamualaikum mau twit mengenai #Idola boleh ya?
2. Siapa sih yg seharusnya dijadikan #Idola buat kita? Artis, pemain bola, pelawak atau yg lainnya?
3. Hendak nya kita jangan berlebihan juga meng #Idola kan seseorg. Sy kasih ilustrasi sedikit akan mana yg lebih baik dlm hal #Idola
4. Begini. Tergila gilanya kita terhadap sang #Idola kadang membuat kita sering lalai utk melakukan Ibadah kepada Allah Ta’ala
5. Padahal kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu lebih utama | #Idola
6. Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini. | #Idola
7. Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam | #Idola
8. (1/6) Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, | #Idola
9. (2/6) Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, | #Idola
10. (3/6) “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. | #Idola
11. (4/6)Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” | #Idola
12. (5/6) Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, | #Idola
13. (6/6) (Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim) | #Idola
14. Pahami sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai” | #Idola
15. Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan, (¼)“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami | #Idola
16. (2/4) ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” | #Idola
17. (¾) Lalu Anas pun mengatakan : “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. | #Idola
18. (4/4)Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.” | #Idola
19. Namun, kecintaan ini dilakukan dengan cara melaksanakan serta melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya, | #Idola
20. menjauhi setiap larangan dan beradab sesuai yang diajarkan oleh syari’at Islam. (Lihat Syarh Muslim, 8/483) | #Idola
21. Dalam hadits riwayat Ath Thobroni, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda| #Idola
22. “Tdklah seseorg mencintai suatu kaum melainkan akan dikumpulkan bersama pada hari kiamat”( HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath.) | #Idola
23. Pahami lagi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. | #Idola
24. Siapa sih yang tidak mau bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Yg pasti beliau ada di Surga. | #Idola
25. Bandingkan dgn org yg kita #Idola kan skrg? Jauh banget ya….
26. Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai, diidolakan dan diagungkan adalah para artis dan pemain bola? | #Idola
27. Padahal #Idola kita sekarang bukanlah seorg manusia yg bisa memberikan Garansi utk masuk kedalam Surga Nya
28. #Idola yg utama buat kita seharusnya itu adalah Beliau, Sang Pemberi Syafa’at kepada kita kelak
29. Jadikanlah #Idola mu dan tambatan cintamu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, Umar, Utsman, para sahabat lainnya
30. Realisasikan cintamu dengan mengikuti jejak mereka (orang-orang sholeh) dalam setiap perkataan dan perbuatan. | #Idola
31. Realisasikan kecintaan kita dgn melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya, menjauhi larangan sesuai yg diajarkan oleh syari’at Islam. | #Idola
32. Semoga manfaat twit #Idola nya ya. Mari kita kaji dan sortir lagi akan mana yg baik, mana yg sia sia dan mana yg buruk utk diri kita sendiri.
33. Semoga Allah Ta’ala mengumpulkan kita bersama para Nabi, shidiqin, syuhada dan orang-orang sholeh. Amin. | #Idola
34. Semoga bisa menjadi nasehat yg baik Selamat menjalani rutinitas hari. Assalamualaikum | #Idola
Muhammad bin Hatim bin Maimun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Bahz menuturkan kepada kami. Dia berkata; Wuhaib menuturkan kepada kami. Dia berkata; Suhail menuturkan kepada kami dari ayahnya dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala memiliki para malaikat khusus yang senantiasa berkeliling mencari di mana adanya majelis-majelis dzikir. Apabila mereka menemukan sebuah majelis yang padanya terdapat dzikir maka mereka pun duduk bersama orang-orang itu dan meliputi mereka satu sama lain dengan sayap-sayapnya sampai-sampai mereka memenuhi jarak antara orang-orang itu dengan langit terendah, kemudian apabila orang-orang itu telah bubar maka mereka pun naik menuju ke atas langit” Nabi berkata, “Maka Allah ‘azza wa jalla pun bertanya kepada mereka sedangkan Dia adalah yang paling mengetahui keadaan mereka, ‘Dari mana kalian datang?’. Para malaikat itu menjawab, ‘Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu yang ada di bumi. Mereka mensucikan-Mu (bertasbih), mengagungkan-Mu (bertakbir), mengucapkan tahlil, dan memuji-Mu (bertahmid), serta meminta (berdo’a) kepada-Mu.’ Lalu Allah bertanya, ‘Apa yang mereka minta kepada-Ku?’. Para malaikat itu menjawab, ‘Mereka meminta kepada-Mu surga-Mu.’ Allah bertanya, ‘Apakah mereka telah melihat surga-Ku?’. Mereka menjawab, ‘Belum wahai Rabbku.’ Allah mengatakan, ‘Lalu bagaimana lagi jika mereka benar-benar telah melihat surga-Ku?’. Para malaikat itu berkata, ‘Mereka juga meminta perlindungan kepada-Mu.’ Allah bertanya, ‘Dari apakah mereka meminta perlindungan-Ku?’. Mereka menjawab, ‘Mereka berlindung dari neraka-Mu, wahai Rabbku’. Maka Allah bertanya, ‘Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?’. Mereka menjawab, ‘Belum, wahai Rabbku.’ Lalu Allah mengatakan, ‘Lalu bagaimanakah lagi jika mereka telah melihat neraka-Ku.’ Mereka mengatakan, ‘Mereka meminta ampunan kepada-Mu.’ Maka Allah mengatakan, ‘Sungguh Aku telah mengampuni mereka. Dan Aku telah berikan apa yang mereka minta dan Aku lindungi mereka dari apa yang mereka minta untuk berlindung darinya.’.” Nabi bersabda, “Para malaikat itu berkata, ‘Wahai Rabbku, di antara mereka ada si fulan, seorang hamba yang telah banyak melakukan dosa, sesungguhnya dia hanya lewat kemudian duduk bersama mereka.’.” Nabi mengatakan, “Maka Allah berfirman, ‘Dan kepadanya juga Aku akan ampuni. Orang-orang itu adalah sebuah kaum yang teman duduk mereka tidak akan binasa.’.” (HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar, hadits no. 2689, lihat Syarh Muslim [8/284-285] cetakan Dar Ibn al-Haitsam)
Hadits yang mulia ini memberikan banyak pelajaran penting bagi kita, di antaranya adalah :
Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
–
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel Muslim.Or.Id