Segala Puji bagi Allah SWT. Mari kita bahas sedikit beda. Tapi cukup sebagai renungan kita.
Begini, selama ini apakah kita mengira dengan mempunyai penghasilan yang besar, kehidupan kita akan bisa berbahagia? Apakah kita mengira jika saat ini penghasilan kita sangat kecil, lalu kita tidak bisa hidup bahagia? Sebaiknya berapapun penghasilan kita saat ini sebaiknya kita harus lebih banyak bersyukur, karena masih banyak orang-orang disekitar kita yang tidak mempunyai penghasilan.
Ada, tapi bisa jadi penghasilannya mungkin tidak jelas atau tidak sebesar yang kita bisa raih.
Kalau boleh saya utarakan sedikit. Tetapi tidak bermaksud men ‘Judge’ seseorang ya. Gini, saya berpikir mungkin inti masalahnya itu bukan karena banyak atau tidak nya penghasilan. Tapi cenderung kepada gaya hidup atau lifestyle kita. Banyak orang yang saat penghasilannya masih kecil dia memiliki gaya hidup yang serba mepet, tapi ketika penghasilan nya sudah mulai menanjak terjadi perubahan gaya hidup yang percepatan nya lebih besar dengan percepatan kenaikan penghasilan, akhirnya selalu saja merasa kurang. Karena Pola hidup nya sendiri yang berubah-ubah dengan cepat.
Bagaimana jika penghasilan nya meningkat tapi life style dan gaya hidupnya masih tetap sama. Hidup serba mepet dan hemat. Tidak berubah ketika penghasilannya masih kecil. Mungkin sebaiknya mari kita sama-sama belajar mensyukuri Nikmat dan Karunia yang Allah SWT berikan. Hidup lebih hemat, gaya hidup yang stabil dan lebih banyak bersyukur. Berbagi terhadap sesama, ikut merasakan kesulitan yang saudara-saudara kita alami dan masih banyak yang lainnya. Jangan berpikir apa yang kita belum dapatkan, tetapi berpikir lah bahwa apa yang kita miliki adalah asset dan modal dari Allah untuk kita.
Saya berpikir kalo kita terus merubah-rubah gaya hidup pasti tidak akan pernah bisa merasa cukup. Habis keinginan dan pola hidup tuntutannya semakin besar seiring dengan keinginan kita.
Percaya deh, siapapun kita, berapapun penghasilan kita, apakah kita seorang pengusaha atau pun seorang karyawan semua itu bergantung kepada gaya hidup kita sendiri.
Dan satu yang paling penting.. Banyak-banyak lah bersyukur karena dengan bersyukur Allah SWT akan menambah nikmat yang lebih banyak kepada diri anda.
QS: 14 Ibrahim
7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Sumber: Hendrata Prabowo Website
Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang MAHA MEMBERI REZEKI.
Memberi nafkah dan mencari rezeki merupakan suatu kewajiban kita semua sebagai Manusia. Masalah Rezeki ini ada yang Allah SWT mudahkan dan juga ada yang disempitkan dalam episode kehidupan nya. Mari sama-sama kita pelajari mengenai nafkah ini berdasarkan AlQuran.
QS : At Taghaabun 64:16
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu[1480]. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Kita bisa pelajari bahwa bertaqwa kepada Allah SWT menurut kesanggupan kita. Kita juga diwajibkan untuk menafkahkan yang baik untuk diri kita. Kita harus juga senantiasa memelihara diri dari kekikiran diri. Karena pada dasarnya manusia itu Kikir.
QS : Ath Thalaaq 65:7
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
Mungkin ayat ini bisa dijadikan pelajaran buat para pembaca yang merasa rezeki nya sedang disempitkan oleh Allah SWT. Susah mencari pekerjaan, lagi banyak susah dengan keuangan. Allah SWT telah memberikan semua jawaban dalam persoalan hidup kita di dunia ini. Dari ayat di atas dapat kita ambil jawaban jika kita sedang berada dalam kesempitan perihal nafkah, jawabannya adalah kita harus memberikan nafkah sesuai dengan keadaan kita. Melapangkan kesempitan dengan memberikan nafkah, bisa dengan Infaq , Shodaqoh, Zakat dsb. Yakinlah dengan cara demikian, karena ini merupakan janji Allah SWT. Setelah itu optimislah Allah akan segera melapangkan rezeki kita sesuai dengan janjinya Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
QS: Al Baqarah : 195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Kita juga diharuskan untuk membelanjakan harta kita di jalan Allah, serta berbuat baik ketika hidup di dunia ini.
Siapa-siapa saja yang harus kita nafkahi ?
QS: Al Baqarah : 215
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Jelas dapat kita lihat orang-orang yang harus kita nafkahi. Istri, Ayah, Ibu, Kaum kerabat, anak-anak yatim , orang-orang miskin , juga para musafir yang sedang dalam perjalanan.
Cara-cara Pengunaan harta dan hukum-hukumnya
Menafkahkan harta di jalan Allah
QS: Al Baqarah : 261
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah(*) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(*)Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
QS: Al Baqarah : 262
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS: Al Baqarah : 263
Perkataan yang baik dan pemberian maaf[*] lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
(*)Perkataan yang baik maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud pemberian ma'af ialah mema'afkan tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima.
Al Baqarah 2: 264
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir
Al Baqarah 2: 265
. Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
Al Baqarah 2: 266
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya[169].
[169]. Inilah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya karena riya, membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati orang.
Al Baqarah 2: 267
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Al Baqarah 2: 268
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
[170]. Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
Al Baqarah 2: 270
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan[171], maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.
[171]. Nazar yaitu janji untuk melakukan sesuatu kebaktian terhadap Allah s.w.t. untuk mendekatkan diri kepada-Nya baik dengan syarat ataupun tidak.
Al Baqarah 2: 271
Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya[173] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[172]. Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain.
[173]. Menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi.
Al Baqarah 2: 272
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).
Al Baqarah 2: 273
. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.
Al Baqarah 2: 274
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Al Baqarah 2: 276
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah[177]. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[178].
[177]. Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
[178]. Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.
Al Baqarah 2: 277
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Al Baqarah 2: 280
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
At Taubah 9:99
Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
At Taubah 9:121
dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Ali ‘Imran 3 : 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Ali 'Imran 3 : 117
Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Al Anfaal 8 :60
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
Saba’ 34:39
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Mudah-mudahan bermanfaat rangkuman ayat-ayat Alquran ini perihal nafkah. Dapat kita jadikan pedoman dalam menjalani kehidupa di dunia ini.
Wallahualam
Sumber: Hendrata Prabowo Website