Assalamualaikum wr.wb

Ini adalah sebuah cerita yg menyentuh. Diceritakan oleh salah seorang teman saya Gus Imam Puji Hartono di Facebook. Ceritanya begini :
Senin pagi ketika Annisa yang masih duduk di kelas 2 SMP akan berangkat sekolah, dihampiri Ibunya didapur sambil menyerahkan amplop berisi selembar kertas yang telah di isi tulisan. Kemudian Annisa pamit kepada Ibunya : Bu , Annisa mau berangkat ke sekolah dulu ya, ia-pun mencium tangan ibunya dan “Assalamu’alaikum”, katanya sambil berpamitan.

“Waalaikum salam, hati-hati nak ya”ujar Ibunya. “Tapi ini amplop apa kok diserahkan ke Ibu” , lanjut Ibunya.w

Sambil berlari Annisa menyahut : “Ibu baca aja, nanti Ibu juga tahu isinya.”

Setelah Anissa pergi kesekolah, dibukanya tulisan anaknya itu :

1. Kemarin Minggu Ibu suruh aku memotong rumput karna Pak Maman tidak masuk = Rp 5.000,-
2. Aku bersihkan kamar tidur Ibu dan Adik = Rp 3.000,-
3. Ibu suruh aku ke Toko beli gula = Rp 1.000,-
4. Ibu suruh aku jaga adik ketika Ibu ke Pasar = Rp 2.000,-
5. Ibu suruh aku membuang sampah = Rp 1.000,-
6. Kemarin aku terima Rapor Nilai ku bagus Juara 1 = Rp 10.000,-
7. Kemarin Ibu pake HP ku, pulsaku berkurang = Rp 5.000,-
Jadi Ibu berhutang ke Aku = Rp 27.000,-

Sang Ibu tersenyum membaca tulisan anaknya itu. Teringat ia dengan kenangan ketika anaknya masih kecil.

Sambil membalik kertas tersebut, Sang Ibu pun menulis :

1. Selama 9 bulan Ibu mengandung Annisa = Gratis
2. Sesudah 9 bulan, Annisa ingin melihat indahnya dunia, Ibupun melahirkan engkau = Gratis
3. Selama 2 tahun Ibu menyusui Annisa = Gratis
4. Ketika Annisa masih kecil suka minta dibelikan Mainan = Gratis
5. Ketika mau masuk sekolah Annisa minta dibelikan Buku Pelajaran = Gratis
6. Ketika Annisa tidak bisa mengerjakan PR, Annisa minta bantuan Ibu = Gratis
7. Ketika Annisa sakit , Ibu membawa ke dokter = Gratis
8. Ketika Annisa Opname di Rumah sakit , Ibu menunggui Annisa selama seminggu = Gratis.
9. Untuk semua kesusahan dan kesulitan selama membesarkan Annisa = Gratis.
10. Untuk semua Kasih Sayang yang Ibu curahkan dan berikan kepada Annisa = Gratis

Anakku Annisa , jika engkau menjumlahkan seluruhnya maka Annisa akan mendapatkan semuanya adalah Gratis.

Kemudian diletakkan Kertas jawaban tersebut dalam amplop di atas meja belajar anaknya.

Ketika Annisa pulang dan memasuki kamarnya, dilihatnya ada amplop berisi secarik kertas diatas meja yang tadi pagi diserahkan kepada Ibunya. Annisa pun langsung mengambil kertas tersebut dan dibacanya kertas tersebut. Seusai membaca tulisan Ibunya pada kertas itu, tanpa terasa Air mata Annisa jatuh membasahi pipinya.

Annisa segera berlari ke ruang kerja ayahnya dan mengambil stempel dari meja tersebut. Ia kemudian sambil membawa stempel dan kertas tersebut, dicarinya Ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.

Ibunya langsung dipeluk sambil berkata : Bu,.. Aku sayang sekali sama Ibu.

Kemudian dihadapan Ibunya, Kertas tersebut ia stempel dengan stempel milik ayahnya yang tercetak merah sebuah kata dengan Huruf Besar : “LUNAS”.

Melihat tingkah anaknya tersebut , Sang Ibu pun tersenyum lagi.

Kemudian Sang Ibu berkata :
Annisa puteriku, Baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

Laa Yajzii waladun walidan , Illa an yajidahu mamluuka Fayasy tariyahu Fayu’ tiqohu.
Yang artinya :”Seseorang tidak akan dapat membalas kebaikan orang tuanya kecuali jika ia mendapatkan orang tuanya sebagai budak kemudian ia beli dan dimerdekakan”.

Dulu seorang laki-laki melakukan tawaf sambil menggendong ibunya. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah SAW. ‘apakah aku telah melaksanakan haknya?’. Beliau menjawab, 'Belum, tidak sebanding dengan satu kali keluhan (yang dirasakan oleh seorang ibu ketika hamil dan melahirkan). dalam riwayat lain dibilang tidak sebanding walau dengan setetes air susunya.

Annisa anakku sayang, Sabda Baginda Nabi SAW tersebut memberi pelajaran bagi kita bahwa Kebaikan Apapun yang diberikan oleh seorang ANAK KEPADA IBUNYA tidak akan pernah bisa menggantikan Kebaikan dan Jasa seorang IBU KEPADA ANAKNYA.

Mendengar cerita Ibunya,… Annisa pun memeluk kembali Ibunya sambil berujar :

“Ibu, Annisa Sayang Ibu”

—————————————-

“Ya Allah, cintai Ibuku,sayangilah ia selalu, izinkan aku untuk bisa membahagiakannya, selagi beliau masih hidup dan jika saatnya nanti Ibuku Engkau panggil ya Rabb, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan lpatgandakanlah segala amal kebaikannya serta sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku masih kecil ” Amiin

Sedikit nasehat sederhana :
Bila Hidup hendak Selamat, kepada IBU hendaklah TAAT;
Bila hidup hendak terhormat, Kepada IBU Wajiblah HORMAT;
Bila hidup Hendak berkah, kepada IBU hendaklah RAMAH;
Bila hidup hendak terpandang, pada IBU berkasih SAYANG ;
Bila hendak di rahmati TUHAN, kepada IBU hendaklah SOPAN;
Bila hendak menjadi Orang, NASEHAT IBU hendaklah PEGANG!;

Kita disyariatkan untuk mengumandangkan adzan di masjid sebagai pertanda masuknya waktu sholat dan untuk memanggil umat Islam agar datang ke masjid menunaikan sholat fardhu secara berjamaah. Karena itu, waktu adzan adalah indikator atau patokan umat muslim yang paling utama dalam masuknya saat waktu sholat.

Adzan hendaknya diucapkan dengan lantang dan jelas. Tetapi, kalimat adzan tidak boleh diucapkan dengan cara yang berlebihan yang sehingga dapat mengubah lafal dan maknanya. Sang muadzin hendaknya berwudhu terlebih dahulu, suci dari najis, dan menutup aurat (sebagaimana kalau dia melakukan sholat) serta menghadap ke kiblat. Hendaknya dia berhenti sejenak diantara kalimat-kalimat adzan.

Bagi yang mendengar, hendaknya ia menjawab adzan persis seperti ucapan muadzin, kecuali saat muadzin mengucapkan “hayya ‘alash sholat” dan “hayya ‘alal falaah” maka jawabannya adalah “laa haula wa laa quwwata illa billah”.

Rasulullah bersabda “Jika kalian mendengarkan adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin” (HR Bukhari no 611, diriwayatkan dari Abu Said ra), terkecuali saat muadzin mengucapkan Hayya ala as-Shalah dan Hayya alal-falah, maka jawabannya ialah dengan mengucapkan “ La haula wala quwwata illa billah “.

Di Hadis berikutnya Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW saat mendengar muadzin mengumandangkan adzan dia mengucapkan seperti apa yang diucapkannya, sehingga ketika muadzin mengucapkan ‘’Hayya ala as-Shalah’ dan ‘Hayya alal-falah’ beliau membaca ‘La haula wala quwatta illa billah’ (HR Bukhari no 613, diriwayatkan dari Muawiyah ra).

Khusus untuk adzan shubuh, disunnahkan untuk menambahkan kalimat tatswib “Ashsholatu khairun minan naum” dua kali sesudah “hayya ‘alal falaah. Lalu Jawaban kita apa? Sesuai yg diajarkan kepada kita maka jawaban kita adalah: “Shadaqta wa bararta wa anaa’alaa Dzalika Minasy-Syahidin”
Artinya : “Engkau benar, engkau betul ! dan saya termasuk diantara orang - orang yang menyaksikan hal itu”

Setelah adzan usai, hendaknya berdoa dan ber shalawat. Ada sebuah Hadis mengatakan Rasulullah bersabda : “Jika kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan kemudian bacalah shalawat untukku(HR Muslim no 384 dari Abdullah bin Amr ra).

Diriwayatkan bahwa Rasul saw jika mendengar muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah dan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah dia mengucapkan “wa ana, wa ana” (Sunan Abu Dawud, Hakim dan lainnya dari Aisyah ra), yang artinya ” saya juga”

Lalu kita berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, serperti yang disebutkan dalam hadits, “Barang siapa yang setelah adzan membaca : (‘Allahumma rabba hadzihid-da’watit-tammah, was-shalatil-qa-imah, ‘ati Muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wab’atshu maqamam-mahmudanil ladzi wa’adtah) : Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang wajib didirikan, berilah Nabi Muhammad al-washilah (derajat di surga) dan keutamaan, dan bangkitkan dia sehingga bisa menempati tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan’),maka dia berhak untuk mendapatkan syafaatku pada Hari Kiamat (HR Bukhari no 614, dari Saad bin Abi Waqash ra).

Setelah itu membaca doa yang disebutkan dalam hadits ” Barang siapa yang ketika mendengarkan adzan dia membaca : (‘Wa ‘ana asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu warasuluhu, radhitu billahi rabba, wabi Muhammadin rasula, wa bil-Islami dina ) : Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah yang maha Tunggal yang tidak mempunyai sekutu, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw hamba dan utusanNya, aku rela Allah swt sebagai Tuhanku, Nabi Muhammad sebagai rasulku dan Islam sebagai agamaku’, maka dosanya diampuni” (HR Muslim no 386, dari Saad bin Abi Waqash ra).

Setiap muslim yang mendengar adzan hendaknya segera bergegas menuju ke masjid dan meninggalkan aktivitasnya untuk melaksanakan sholat secara berjamaah. Segera memenuhi panggilan adzan adalah sebuah keutamaan. Meskipun demikian, sewaktu berangkat ke masjid hendaknya seseorang berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Oleh karenanya maka akan sangat jauh lebih baik untuk sudah bersiap diri di mesjid sebelum adzan berkumandang.

Nah, diantara Adzan dan iqamat janganlah kita menyia nyiakan waktu. Berdoalah kepada Allah. Ingat, Rasulullah saw bersabda “Doa diantara adzan dan iqamah tidak akan ditolak (Musnad Imam Ahmad, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi). Hendaklah setiap muslim selalu memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang berharga saat doa tidak akan ditolak.

Adapun iqamat, kita disyariatkan mengucapkannya setiap kali sebelum melakukan sholat fardhu secara berjamaah. Iqamat hendaknya dipercepat, tetapi tidak boleh tergesa-gesa dan harus menjaga pelafalan kalimat-kalimatnya. Seperti halnya adzan, bagi yang mendengar iqamat disunnahkan untuk menjawabnya persis seperti ihwal adzan, kecuali setelah kalimat “qad qaamatish sholat” maka jawabannya adalah “aqaamahallahu wa adaamahaa”.

Supaya lebih jelas maka ada baiknya kita mengurutkan bacaan adzan mulai dari awal :

Sesungguhnya NabiAllah Shallallahu alaihi wassalam mengajarkannya adzan : (HR Abu Mahdzurah Radhiyallahu’anhu):

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
Arti : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Dijawab : اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
Arti : Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
Dijawab : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ
Arti : Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
Dijawab : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Arti : Marilah sholat, Marilah sholat
Dijawab : حول ولاقوة إلا بالله

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Arti : Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan
Dijawab : حول ولاقوة إلا بالله

زَادَ إِسْحَاقُ “اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
Dalam riwayat Ishak ditambahkan: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Tiada Tuhan selain Allah
Dijawab : اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

Lihat dan mengerti betul. Begitu detailnya Allah. Sampai sesuatu dalam menjawab Adzan pun diatur oleh Nya dan menjadi amat sangat Luar Biasa seperti ini. Perhatikan ketika dikumandangkan Marilah sholat, Marilah sholat “ lalu “Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan”. Apa Jawaban kita?La haula wala quwwata illa billah. “ Tidak ada daya upaya” Ini menandakan, Allah adalah Penguasa Mutlak dari segalanya. Hanya Allah yang menentukan semuanya. Hanya Allah yang bisa, manusia tidak bisa.
 Luar Biasa sekali Adzan ini, dan begitu terdengar suara Adzan di wilayah kita, Noticed kah kita kalau di belahan bumi ini wilayah lain juga Adzan. Berkumandang Adzan bersahut sahutan secara non – stop di dunia ini. Misal dimulai dr Indonesia yang terletak dibagian timur. Saat tiba waktu Subuh, Adzan mulai berkumandang dari kawasan ini mengajak manusia untuk meraih kemenangan dengan shalat. Belum selesai Adzan dilantunkan secara  merata di Indonesia,maka akan mulai terdengar di Malaysia. Berikutnya di Burma dan dalam jenjang  satu jam selepas Adzan dilantunkan di Jakarta, tiba giliran Dakka di Bangladesh. Berikutnya lantunan akan kedengaran di Calcutta dan terus ke Srinagar di Barat India.

Proses ini terus berlangsung setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik. Jarak antara Adzan mulai dilantunkan di Indonesia sehingga ke pantai timur Atlantik adalah 9-½ jam. Nah, belum Adzan Subuh berkumandang di pantai Timur Atlantik, Adzan Zuhur kini sudah mulai dilantunkan di Indonesia. Ini berlangsung terus menerus bagi setiap waktu sholat, tidak putus-putus.

Maka resapi benar, sesuai dgn Sabda Rasulullah:Para Muadzin adalah orang-orang yang terpanjang lehernya pada Hari Kiamat ” (HR Muslim no 387, diriwayatkan dari Muawiyah ra).

Jika kita mengerti benar dengan hal hal yang seperti ini. Yang kita sering anggap angin lalu. Ternyata kita “Salah Besar”. Justru panggilan ini adalah tanda dari Allah Sang Maha Luar Biasa yang kita dengar setiap hari. Kita sebagai manusia sudah diberikan anugerah dan nik’mat yang paling indah, anugrah dan nik’mat yang diberikan itu, kitapun tdk akan bisa untuk menghitung apalagi menjabarkannya.Oleh karena itu mari bersadar diri sebentar buat ngejawab panggilan Allah SWT dan memenuhi kewajiban kita, kalo dihitung totalnya maksimal sampai 10 menit saja kok, tapi itulah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT untuk kehidupan kita. Dari 24 Jam yang kita dapatkan sehari, hanya butuh 10 menit di suatu waktu. Sulit kah? Keseluruhan berarti 50 menit dari 24 Jam. Harus nya sih tidak ya. Lalu apa yang menjadi kendala?

Kami pun bukan manusia yang baik atau bagus ibadahnya. Bahkan masih jauh bila dikatakan seperti itu, karena kami juga membutuhkan proses pembelajaran juga. Tapi paling tidak kami mencoba untuk memaksimalkannya. Insya Allah. Sekali lagi kami ingin mengulang, supaya kita ingat terus makna Adzan bahwa: Panggilan Ini adalah tanda dari Allah Sang Maha Luar Biasa yang kita dengar setiap hari