Aduuh, kalo udah ngomongin malam minggu, seru abis deh jadinya, karena gak ada abis nya (katanya sih).
Emang ga bisa dipungkiri deh, ada sebuah ikatan antara weekend alias malam minggu dengan jiwa anak muda. Jika ada anak muda yang gak hang out pas weekend, siap-siap deh dijadiin bahan gosip ama teman2 yang kurang kerjaan. Dari anak jadul alias jaman dulu, gak gaul, gak punya gebetan, jomblo, sampe dianggap dukun, soalnya terus aja bertapa di dalam rumah. Teman2, biasanya di malam minggu ada aja kegiatan seorang anak muda, kalo gak ada kegiatan, ya di ada-adain, supaya keliatan sibuk banget. Dari aktifitas sekedar iseng, jalan-jalan, kumpul bareng teman satu kelas, sampe clubbing hingga pagi. Yang penting, di weekend ada temen yang bisa diajak untuk jalan. Sepertinya gak seru banget deh kalo sabtu malam minggu hanya dihabisin dengan duduk termenung.
Fenomena Sebuah Malam
Malam minggu adalah malam yang sangat dinanti. Apalagi untuk yang masih muda. Pengen ke mall-lah, pengen jalan-jalan lah, ngeceng lah, pokoknya udah bejibun kegiatan, ada di pikiran kita. Hanya untuk menghabiskan waktu berakhir pekan. Memang bener, perayaan weekend susah banget dilupain. Dikarenakan auranya yang begitu lekat di jiwa semua orang, khususon yang masih imut dan muda. Tapi kalo yang sudah bermutu atau bermuka tua, nanti dulu yee, ngantri. Nah, feeling yang dekat inilah yang ngebikin suasana malam minggu sepertinya sangat istimewa. Malahan tradisinya, jalan-jalan di seluruh kota, dibuat lebih ramai dari hari biasanya. Di seluruh ruas jalan dipadati oleh manusia yang ingin menikmati weekend. Taman kota yang sepi pengunjung pada hari biasa, mendadak ramai ketika malam minggu tiba. Yang pasti jarang banget di malam minggu jalanan bakal sepi, kecuali pas BBM naik lagi….hehe sebel.
Ngapain aja seh, di malam minggu? Di id.answer.yahoo.com, buanyak banget remaja yang ngasih masukan, ngapain aja enaknya di malam minggu. Nickname freelho menjawab, “Ya yang asyik, pergi ke warnet, chatting atau cari kenalan baru dong, siapa tahu ada yang cocok.” Gubrak. Sedangkan nickname Bang aji ngasih komen, “Kalo memang merasa jomblo, baeknya cari pasangan / pacar…, asyik kok berlama-lama di internet.” Eit, udah deh, itu kayaknya udah cukup mewakili temen-temen kita yang lain. So pasti jawabannya ga jauh beda. Iya kan.
Kita mungkin ngerasa hepi ketika weekend tiba. Feeling fun kumpul ama teman se-gank, sekelas atau cuma sekedar nongkrong di pinggir jalan. Kita ngerasa kalo hal tersebut menyenangkan, meski kita tahu, detik demi detik umur kita banyak kebuang sia-sia. Ga sedikit lho, temen kita yang ngehabisin waktu, tenaga dan uang untuk sekedar menikmati malam minggu. Bahkan rela puasa seminggu penuh, karena ngempet pengen apel bareng pacar . Ati-ati lho, rutinitas yang sia-sia di malam minggu bisa jadi, akan bikin kita nyesel di kemudian hari. Apalagi kalo kita udah tua nanti. Sudah banyak sobat, contoh orang-orang yang ketika tua menyesali masa mudanya. Mereka sebelumnya tidak menggunakan waktu dengan seefisien mungkin. Mereka cenderung ngelepasin waktu yang berharga begitu saja. Nah, berdasarkan survei (tahun 2006) terhadap warga Belgia yang berusia di atas 60 tahun, diperoleh informasi yang cukup mengejutkan. Hampir semua manula tersebut nyesel karena udah mengabaikan masa muda mereka. 72 % – menyesal karena kurang bekerja keras sewaktu masih muda, 67 % – menyesal karena salah memilih profesi atau karier, 63 % – menyesal karena kurang waktu mendidik anak mereka atau menggunakan pola didik yang salah, 58% – menyesal karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan, 11% – menyesal karena tidak memiliki cukup uang. Nah lho..
Ehem, ada pepatah Jawa yang bilang, “Blangkon (topi ala Jawa) iku bendholane nang ngguri, gak nang ngarep.” Artinya blangkon itu benjolannya di belakang, ga bakal ada di depan. Kalimat tadi itu punya makna, kalo penyesalan ga pernah datang di awal, tetapi selalu datang di akhir. Jadi kalo masa muda kita habisin dengan hura-hura doang, jangan kaget lho, kalo masa tua kita akan penuh dengan kekecewaan. Ya, gak puas ama masa tua, gara-gara sewaktu muda gka kita gunakan sebaik-baiknya, seperti survei yang udah kita ungkap di atas. Nyesel deh…
Allah Ta’ala udah ngewanti-wanti kita soal manajemen waktu. Kita diperintahkan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dan kalo kita membiarkan menit demi menit berlalu begitu saja, bersiaplah untuk menjadi orang-orang yang merugi. Di dunia, lebih-lebih di akhirat. Allah Ta’ala berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ’Ashr: 1-3).
Dan ada dua nikmat yang selalu kita tertipu. Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Seharusnya, kita sudah mulai berpikir saat ini juga, tentang siapa kita, untuk apa kita di dunia, dan akan kemana kita setelah meninggal nanti. Tentunya ga cukup dengan sekedar menjawab tiga pertanyaan tadi saja. Tapi juga butuh realisasi. Artinya ga cukup, kalo kita hidup di dunia hanya sekedar bersenang-senang aja. Bener, it’s not enough. Kita juga kudu mempersiapkan bekal kita untuk menghadap Allah Ta’ala kelak. Nah, kalo masa muda kita banyak difokusin ke perayaan malam mingguan, mau jadi apa neh di akhirat nanti?
Kebahagiaan Semu
Sobat, perlu kita ingat juga, kalo selama kita di dunia, Allah Ta’ala udah ngasih kita rizki yang ga bisa dihitung. Mulai dari iman, kesehatan, harta, dll. Pokoknya buanyak deh. Nah, soal nikmat yang sedemikian besar, mau kita apakan se..? Apa mau kita sia-siakan begitu saja, atau malah kita manfaatkan dengan hura-hura semata? Semisal harta. Bisa aja berupa uang, BB, iPhone, Laptop, iPad dan semacamnya. Mau kita apakan itu semua? Terkadang kita ngerasa, kalo berbagai harta benda yang kita punya, itu murni hasil kerja keras kita. Eling, bukan pekerjaan yang bisa njadikan kita kaya, tapi Allah Ta’ala. Buktinya, banyak lho orang yang gak kerja tapi bisa kaya. Contohnya dapat warisan atau undian berhadiah. Dan banyak juga lho, orang yang kerja tapi ga kaya-kaya,hehe.
Nah, harta yang ada di sekitar kita itu mau kita belanjakan untuk apa. Kalo harta itu kita gelontorin ke perayaan malam mingguan, apel, nonton bioskop, ngeceng dan lain-lain, dijamin, harta kita tadi gak bakal bernilai apa-apa. Alias dapat nilai nol. Apalagi kalo harta yang kita punya tadi dipake untuk perbuatan maksiat pada Allah. Udah ga dapat pahala, beli api neraka. Ngeri. Allah Ta’ala berfirman, “…Dan janganlah kamu menghabur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS. Al-Israa’: 26). Sekiranya, ayat tadi udah cukup memberi wejangan untuk kita supaya bisa ngelola harta kita dengan sebaik-baiknya.
By the way, setelah kita ngebahas soal memanfaatkan waktu dan harta yang kita punya, supaya gak sia-sia. Kembali deh kita ke topik malam mingguan. Banyak temen kita menganggap kesenangan yang didapat dengan jalan bareng pacar, mojok di taman, atau boncengan ama pacar, itu adalah kebahagiaan. Sorry, kita kudu bilang itu semua salah besar. Kenapa? Nah, balik aja ke fondasi ajaran Islam. Soal kebahagiaan, Allah Ta’ala sudah memberikan kejelasan di dalam Al Qur’an. Bukan untuk berfoya-foya, berpacaran ataupun malah free seks. Ih amit-amit. Nah tujuan penciptaan kitalah yang bisa ngantarkan diri ini, ke gerbang kebahagiaan yang hakiki. Sobat, Allah Ta’ala sudah berfirman di dalam Al Qur’an, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56). Sehingga, sebenarnya gak ada alasan yang logis, untuk kita menghabiskan malam minggu dengan tradisi yang gak bener. Dan kita yakin kok, kalo temen2 semua kembali bertanya ke hati nurani kita masing-masing, tentunya kita ngerti, kalo budaya malam mingguan yang selama ini ada di sekeliling kita, itu bertentangan dengan Islam. Pastinya bukan pahala yang kita dapat, tapi dosa yang gede banget. Berapa lama sih kesenangan yang kita dapat pas malam mingguan, paling banter 3 sampe 4 jam. Itupun belum ditambah ama macetnya jalan, hehe. Dan bandingin deh ama siksa yang kita dapat nanti di akhirat. Waduh, ga sebanding.
Berpikir Deh, Mulai Sekarang
Tau gak, pada tiap-tiap peristiwa, seperti bergantinya siang dan malam serta penciptaan langit dan bumi, kita sebenarnya diajak oleh Allah untuk berpikir betapa agungnya Allah Ta’ala. Dan betapa kecilnya kita (manusia). Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali-‘Imron: 190). Nah, kita sebagai seorang manusia yang udah dikasih akal oleh Allah, apalagi sebagai seorang muslim, seharusnya ga akan mungkin melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu. Ini benar atau salah. Ini baik atau buruk. Sudahkah kita mulai berpikir kesana?
Allah Ta’ala berfiman, “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.” (QS. Al Infithaar: 6-7). Lagi-lagi, sama-sama deh kita ingatkan diri kita, supaya ga berbuat semaunya. Dan mulai saat ini, mencoba memperbaiki pribadi.
Jadi t, gak ada waktu lagi untuk mengkhususkan malam minggu sebagai malam yang spesial. Apalagi untuk bermaksiat. Malam minggu sebenarnya ga ada bedanya ama malam-malam lainnya. Malam minggu juga sama aja dengan hari hari yang lain. Kita aja yang salah kaprah. Menjadikan hari itu seakan istimewa. Mungkin karena besoknya libur kali ya…Tapi tetep aja, itu semua bukanlah alasan bagi kita untuk durhaka pada Allah Ta’ala. Coba deh, mulai sekarang, kita rubah tradisi ini. Kalo bisa kita hapus sekalian. Ganti dengan hal-hal lain yang lebih bermakna. Berpahala. Dan membuat diri kita makin cerdas. Atau kumpul bersama keluarga, Silaturahmi dengan keluarga dan saudara saudara yang lain. Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
Pokok nya yang bermanfa'at deh.. Atau Coba, buat acara pengajian, atau menambah ilmu ke-Islam-an kita, pasti jauh lebih asyik.Tapi Laki Perempuan tetap dipisah ya….
Sebagai penutup, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya).
Iya kan. So, hapus tradisi malam mingguan. Sepakat!! (red)
Sumber : http://forlima.wordpress.com/2008/06/20/hapus-tradisi-malam-minggu/ dengan sedikit editan dari kami tanpa merubah esensi nya.
10 Karakter Pemenang & 10 Karakter Pecundang.
1). Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata “saya salah!”
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, “ini bukan salah saya!”
2). Pemenang berkata,” Insya Allah saya bisa lebih baik lagi!”
Pecundang berkata ,” saya tidak sejelek dia!”.
3). Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih biak dari pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.
4). Pemenang berkata,” Mari saya kerjakan ini untuk Anda!”
Pecundang berkata, ” itu bukan pekerjaan saya!”.
5). Pemenang berkata, ” Pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!”
Pecundang berkata,” Begitulah biasanya dikerjakan disini!”
6). Pemenang berkata, “ini sulit tapi mungkin!”
Pecundang berkata.”ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakan!”.
7). Pemenang selalu mempunyai rencana.
Pecundang selalu cari alasan.
8). Pemenang mempunyai komitmen-komitmen
Pecundang hanya berjanji-janji saja.
9). Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.
10). Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan masalah.
Yang mau nambahin silahkan….
–Wallahu’alam bi ash shawwab–
-farouk-
Sumber : http://forlima.wordpress.com