Hikmah Utama Romadhon adalah agar setiap muslim mencapai tingkat ketaqwaan yang merupakan derajat tertinggi bagi seorang muslim, yaitu  orang yang menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya (Qs 2 ; 183)



MUTIARA-MUTIARA  ROMADHON /

HASIL DARI  KEBIASAAN - KEBIASAAN BAIK SELAMA ROMADHON

MUTIARA I.

Terbiasa melakukan Puasa, sehingga mampu melakukan puasa Sunnah setelah Romadhon.

 Jenis Puasa Sunnah:

 

  1. Puasa  Syawal (6 hari), hadistnya:  “Siapapun yang berpuasa romadhon sebulan penuh, dia ikutkan dengan puasa Syawal 6 hari, maka sama dgn berpuasa satu tahun” (HR. Muslim). 
  2. Puasa Senin-Kamis, hadistnya: “amal Perbuatan dilaporkan ke Allah Ta'ala setiap Senin dan Kamis, maka saya ingin amal saya dilaporkan sementara saya berpuasa” (HR Tarmidzi). 

(Catatan: Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam senantiasa taharoh (mengejar target) puasa Senin-Kamis, kecuali bila ada udzur/halangan). *Sekilas info perhitungan, jika senantiasa puasa Senin-Kamis sepanjang tahun, maka dari 12 bulan, adalah 3 bulan puasa sunnah*.

  1. Puasa Ayyamul Bidh. (Puasa 3 hari setiap bulan Hijriah, afdholnya pertengahan bulan 13,14,15).  “Berpuasalah 3 hari setiap bulan sama pahalanya dengan berpuasa setahun penuh”  (HR. Muttaqun Alaihi), *Sekilas info perhitungan, jika senantiasa puasa 3 hari sebulan,  sepanjang tahun, maka dari 12 bulan, adalah 1 bulan puasa sunnah*.
  2. Puasa di bulan-bulan yang dimuliakan - Asyhurul Hurum (Keempat bulan yang dimuliakan,  yang dimaksudkan pada ayat ialah : Rajab, Dzul Qaddah, Dzul Hijjah dan Muharram)

A.    Catatan untuk seluruh Puasa Sunnah:

 

  • Bahwa, benar ibadah  sunnah itu tidak berdosa jika tak dilakukan, tapi dalam Buku catatan amal milik kita yang di catat malaikat (yang dinaikkan ke langit setiap Senin Kamis),  “kolom” ibadah sunnah tersebut kosong dari “tanda” bahwa si fulan telah melakukannya. Sayang kan? Karena waktu tidak dapat diputar ulang.
  • Tidak ada amal sholeh yg paling besar pahalanya dibanding ibadah puasa (karena Allah menjanjikan, Allah sendiri yg akan membalas pahalanya).

B.    Penjelasan untuk Puasa di bulan-bulan yang dimuliakan - Asyhurul Hurum

B1.  Catatan  penting:  bahwa di masyarakat sering ada pesan – pesan untuk melakukan ibadah KHUSUS di bulan Rajab, perlu diketahui bahwa semua itu adalah berasal dari Hadist Ma’udhu (hadits bohong). Yang benar adalah seluruh ibadah apapun di bulan Rajab dilipatgandakan pahalanya (demikian juga jika bermaksiat,  lihat  Qs.At-Taubah 36.)

B2.  Pada   bulan  Rajab, Dzul Qaddah, tidak ada amalan khusus yang diperintahkan Allah, namun sesuai alquran ayat At Taubah 36, Imam Qurthubi mengatakan: Allah tidak memuliakan ke empat bulan tersebut kecuali Allah SWT akan melipatgandakan pahala pada ke empat bulan tersebut bagi pelaku kebajikan juga melipat gandakan ganjaran bagi pelaku dosa. (Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Alquran, Jilid 8), (jaditermasuk berpuasa sunnah dibulan ini akan dilipatgandakan pahalanya).

B3.  Pada  bulan Dzul Hijjah, sepuluh hari awalnya adalah waktu dimana amal sholeh di dalamnya paling Allah SWT cintai.  Dalam sebuah hadits: 

       Melalui Ibnu Abbas ra. Berkata : Rasulullah  Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda : “Tidak ada hari-hari dimana amal sholeh lebih Allah Ta'ala cintai dibanding dengan sepuluh hari awal dari bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Beliau SAW menjawab : “Walaupun jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad membawa jiwa dan harta kemudian ia tidak membawa pulang keduanya (ia mati syahid dan hartanya habis di infaqkan di medan perang)”. (HR.Bukhari).

B4.   Dalam QS Al Fajr : 1-3  Demi waktu subuh, serta sepuluh malam sebelumnya juga hari syaf’i (hari Tarwiyah) dan hari Watr (Arafah).

Waw : wau sumpah ß  Allah begitu serius,  hingga bersumpah demi waktu ini.

Fajr: Subuh hari raya idhul Adha.

10 malam:10 malam pada awal bulan Dzul Hijjah,

Maksudnya:

a.     Sholat Subuh pada hari raya idhul adha lebih besar pahalanya. Daripada idul fitri, krn dalam idul adha ada sunnah-sunnah yg mengikutinya setelah sholat (memotong Qurban).

b.    Ulama mengatakan Dzul Hijjah, tidak ada hari sepanjang tahun yang mengalahkan amal seperti bulan Dzul Hijjah, bahkan jika Romadhon 10 hari terakhir, ibadah-ibadah ditingkatkan untuk mengejar dan mencari pahala 1 (satu) malam saja, yaitu Lailatul Qodar,  maka di bulan ini, seluruh malam selama 1o hari awal itu adalah malam malam yang istimewa,  mengalahkan ramadhan dan jihad.

c.     Jika kuasa berpuasa 9 hari, di awal bulan Dzul Hijjah, ini,  Jika tidak mampu juga,  paling sedikit pada 9 Dzul Hijjah, agar tidak  kehilangan berkah hari arofah, Melalui Abi Qatadah ra, berkata: Telah di tanyakan kepada Rasul  Shalallahu 'alaihi wassalam tentang (pahala) berpuasa pada hari Arafah. Maka beliau Shalallahu 'alaihi wassalam  bersabda:  (puasa hari Arafah) dapat mengampuni dosa setahun yang lalu dan yang tersisa”. (HR.Muslim)

d.    Catatan ttg Puasa ini adalah Puasa hari arofah, bukan puasa tgl 9, jadi pegangannya jika terjadi perbedaan waktu, maka khusus puasa arofah, adalah mengetahui kapan jamaah haji di Saudi Arabia ber-Wukuf, bukan berpatokan tanggal 9 (sehingga tidak boleh terjadi perbedaan waktu puasa karena melihat masa wukuf, namun untuk sholat idul adha boleh dilakukan mengikuti pemerintah jika terjadi perbedaan).

B5.   Puasa  Bulan  Muharom,  tgl 9-10 hijriah,  disebut puasa hari tasyu'a yg artinya 9,  dan puasa hari asyuro, artinya 10,

Catatan :

·         Hadist nya : Telah datang seorang sahabat kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam tepatnya saat beliau Shalallahu 'alaihi wassalam  selesai mengerjakan sholat dhuha dan berkata: Wahai Rasulullah, hari ini (10 muharram) orang-orang Yahudi berpuasa. Maka Nabi Shalallahu 'alaihi wassalammenyuruh agar menanyakan kenapa kaum Yahudi berpuasa. Kaum Yahudi menjawab: Hari ini kami berpuasa sebagai rasa syukur kami kepada Allah, karena hari ini bertepatan hari dimana Musa AS diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun. Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: Kami lebih berhak terhadap Musa dari kalian, maka beliau  Shalallahu 'alaihi wassalam memerintahkan untuk berpuasa. (HR.Muslim) 

·         Agar tidak sama dengan kaum Yahudi, maka Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam memerintahkan agar berpuasa pula hari Tasu’ah (9 Muharram). Bila aku masih hidup tahun depan, maka niscaya aku akan berpuasa juga hari yang ke Sembilan (tasu’ah) agar tidak menyerupai kaum Yahudi. (HR. Muslim)

·         Fadilah berpuasa pada hari ‘Asyura, sebagaimana Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda saat ditanyakan tentang fadilah berpuasa hari ‘Asyurah: Akan mengampuni dosa setahun yang lalu  (HR. Muslim).

   MUTIARA II

        Terbiasa Melakukan rutin Sholat Tahajud, sebagaimana di bulan Romadhon:

·         Lihat hadits ini:Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur tersebut terdapat berkah. (HR.Bukhari), dengan demikian selama romadhon kita kemungkinan sangat terbiasa bangun jam 3 pagi (kurang lebih), 

·         Dalam sebuah hadits shohih, Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: Pada saat tertinggal sepertiga dari malam hari, Tuhan Allah turun ke langit bumi dan menanyakan: apakah ada hambaKU yang memohon maka AKU penuhi, apakah ada yang meminta tolong maka AKU tolong dan apakah ada yang bertaubat maka AKU ampuni”. (HR.Muttafun aliahi, Malik, Sunan)

Sehingga dari hadits-hadits ini dan kebiasaan bangun 1/3 malam terakhir selama 30 hari itu, sayang sekali jika tidak diteruskan menjadi kebiasaan ber tahajud. Ingatlah bahwa  di sepertiga malam terakhir ALLAH TURUN KE LANGIT BUMI.

    MUTIARA III

Terbiasa membaca  Al Quran, sebagaimana di bulan Romadhon (termasuk memahami Alquran), dan juga terbiasa bersedekah, ringan tangan menolong orang lain.

·         Jadikan Al Quran sebagai sahabat, dan jadikan kebiasaan bulan romadhon bersedekah dilanjutkan dibulan -bulan berikutnya. 

·         Nabi  Shalallahu 'alaihi wassalam juga bersabda: Shadaqoh dapat meredam murka Tuhan (Allah Azza wa Jalla). (HR.Ath Thobarani dan Ibnu Hibban)

·         Nabi  Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: Tidak akan berkurang harta yang dikeluarkan darinya shadaqoh,Tidak seorang hamba-pun yang terdzolimi lalu ia sabar kecuali Allah akan memuliakannya, Tidak seorang hamba-pun membuka pintu minta-minta kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kemiskinan. (HR.Tirmidzi dan Ahmad)

   MUTIARA IV

Terbiasa  bersikap sopan, berakhlak mulia,  sebagaimana saat berpuasa di bulan   Romadhon.

·         Bukankah Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam telah menyampaikan pada saat anda sedang puasa, sabda beliau Shalallahu 'alaihi wassalam:.Bila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata RAFATS (kata-kata maksiat), janganlah ia SHOKHAB (kata-kata kasar), bila ia diajak bertengkar oleh seseorang, maka ia sebaiknya menjawab, aku sedang berpuasa (HR.Bukhari, Nasai, Ahmad)

  • Dalam hadits lain, Nabi  Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa yang tidak meninggalkan kebohongan dan kebodohan, maka Allah tidak akan menilai puasanya dengan menahan lapar dan haus. (HR.Bukhari, Ahmad)

  MUTIARA VI

Terbiasa beriktikaf,   sebagaimana saat berpuasa di bulan  Romadhon, artinya membiasakan diri menjadikan hatinya terpaut pada  masjid.                                             

Ditulis ulang oleh            :  Enny Kusrini

Hasil dari                      :  Tausiyah Ustadz Khalid Basalamah

Di                               :  Masjib Baitul Ihsan BI Jakarta

Tanggal                       : 13 September 2011, ba’da Maghrib - ba’da isya.

Note: Puasa Romadhon adalah sebuah bulan dimana Mentor-nya adalah Allah, Ta'ala dan ibarat seseorang yg kursus setir mobil dgn biaya termahal, tempat kursus terbaik, selama 12-13 jam sehari selama sebulan, namun setelah lulus kursus mobil, keahliannya tidak pernah digunakan. Sehingga sia-sia Kursus setir mobilnya, demikian juga setelah berlelah-lelah puasa Romadhon, seluruh kebiasaan baik itu ditinggalkan begitu saja. Alangkah meruginya.

 

  1. nofrinaarifin-blog reblogged this from islamdiaries
  2. mochabella reblogged this from islamdiaries
  3. islamdiaries posted this