oleh Ustadz Kholid Syamhudi LC

Ungkapan “penyesalan kemudian tidak ada gunanya”, sangat tepat untuk menggambarkan penyesalan orang-orang kafir, karena penyesalan mereka datang saat rasa sesal itu sudah tidak bermanfaat dan tidak berpengaruh untuk memperbaiki keadaan. Akan tetapi, jika setelah penyesalan itu masih ada kesempatan untuk memperbaiki apa yang disesalinya, maka penyesalan itu akan sangat berguna.

Ada dua macam penyesalan yang tidak bermanfaat bagi seseorang.

Pertama, penyesalan di waktu ajal tiba. Di antara contohnya adalah penyesalan orang-orang fâsiq yang enggan melaksanakan kewajiban mengeluarkan sebagian harta mereka untuk bersedekah, sebagaimana yang telah disebutkan dalam firman Allâh.

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh”  (Qs al-Munâfiqûn/63:10)

Dalam ayat yang lain, Allâh juga mengkisahkan penyesalan Fir’aun ketika ajal menghampirinya. Allâh berfirman : “Hingga bila Fir’aun itu hampir tenggelam, dia berkata, “Saya percaya bahwa tidak ada Rabb (berhak diibadahi) melainkan (Rabb)  yang dipercayai oleh bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allâh). (Kemudian dikatakan kepadanya), “Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Yûnus/10:90-91)

Kedua ayat di atas menunjukkan betapa tidak bergunanya suatu penyesalan ketika ajal sudah datang.

Kedua, penyesalan pada waktu siksa akan menimpa (pada hari Kiamat).

Seperti yang telah disebutkan pada ayat yang kita bahas di atas dan pada ayat yang lainnya, seperti firman Allâh : “Dan kamu akan melihat orang-orang yang zhalim ketika mereka melihat adzab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali ke dunia?” (QS. asy-Syûrâ/42:11)

Jadi penyesalan, taubat maupun keimanan diwaktu kematian datang (sakaratul maut) atau di waktu siksa akan menimpa pada hari Kiamat, semuanya itu tidak bermanfaat bagi seseorang dan tidak diterima oleh Allâh.

Apa yg diminta orang kafir dalam penyesalannya ?

Permintaan Orang-Orang Kafir di Hari Kiamat

Setelah kita mengetahui penyesalan orang-2 kafir pada waktu menyaksikan siksa Allâh pada hari Kiamat, maka marilah kita melihat permintaan apa saja yang mereka ajukan kepada Allâh yang timbul dari penyesalan mereka?

Ada beberapa permintaan yang mereka ajukan, di antaranya :

1. Mereka meminta agar dikembalikan ke dunia supaya bisa melakukan amal shaleh. Amal shaleh, cakupannya sangat luas, mencakup ucapan dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan lainnya.

Permintaan mereka itu sebagaimana Firman Allâh di atas (QS. as-Sajdah/32:12), dan ayat-ayat yang lainnya, seperti firman Allâh dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) adzab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim, “Ya Rabb kami, kembalikanlah kami meskipun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul”. (QS.Ibrâhîm/14:44)

Dan masih banyak ayat yang lainnya yang menunjukkan permintaan mereka untuk dikembalikan ke dunia agar mereka bisa beramal shaleh.

2. Mereka mengharapkan ada yang mau (bisa) memberi syafa’at (pertolongan) bagi mereka agar selamat dari siksa Allâh, sebagaimana firman Allâh: “Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu, “sesungguhnya telah datang rasul-2 Rabb kami membawa yg haq, maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami.” (QS. al-A’râf/7:53)

Akan tetapi, permohonan mereka tersebut tidak ada artinya, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh Allâh.

Allâh telah mengetahui andaikata mereka dikembalikan ke dunia, niscaya mereka akan seperti semula, yaitu mendustakan ayat-ayat Allâh dan menyelisihi Rasul-Nya.

Allâh berfirman: Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka (QS. al-An’âm)

Jawaban Allah Atas Permintaan Orang-Orang Kafir

Pada saat mereka meminta kepada Allâh dengan penuh pengharapan atas terkabulkannya doa mereka, Allâh menjawab permintaan tersebut dengan jawaban yang berbeda-beda, akan tetapi maknanya sama. Yakni, tidak mengabulkan permintaan mereka tersebut. Jawaban tersebut di antaranya, terdapat pada lanjutan ayat yang kita bahas kali ini, yaitu firman Allâh: “Maka rasakanlah siksa ini disebabkan kamu melupakan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat); sesungguhnya kami telah melupakan kamu pula dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.” (QS. as-Sajdah/32:14)

Di dalam ayat yang lain, Allâh juga menjawab permintaan mereka dengan berfirman: “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu ketika di dunia bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? (QS.Ibrâhîm/14:44)

Jawaban ini sekaligus sebagai celaan atas perkataan dan perbuatan mereka ketika di dunia. Allâh juga menjawab permintaan mereka pada surat Fâthir ayat 36 dalam firman-Nya: “Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan apakah tidak datang kepadamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang yang zhalim seorang penolong.” (QS. Fâthir/35:37)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allâh  telah melakukan iqâmatul hujjah (menegakkan hujjah guna mematahkan alasan-alasan) terhadap mereka dengan memberikan umur panjang kepada mereka yang cukup bagi mereka untuk memikirkan ayat-ayat Allâh  ketika di dunia.

Meskipun demikian, mereka tetap enggan memikirkan ayat-ayat tersebut, mereka lebih memilih kekafiran dari pada keimanan.

Allâh juga menjawab permintaan mereka pada surat al-Mu`minûn ayat 37 dengan menghinakan mereka dalam firman-Nya: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku. (QS. al-Mu`minûn/23:108)

Demikianlah jawaban Allâh terhadap permintaan orang-orang kafir ketika mereka sudah berada di dalam neraka, permintaan mereka sama sekali tidak diperhatikan, bahkan mereka disuruh diam dan dilarang berbicara dengan-Nya.

Sungguh, betapa besar kesengsaraan yang mereka alami, dan alangkah besar penyesalan mereka. Mereka mengalami kehinaan yang luar biasa di neraka.

Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita sekalian -selagi kesempatan masih ada- untuk beriman kepada Allâh dan menaati segala perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, pelangaran terhadap syariat-Nya hanya akan menimbulkan kehinaan bagi para pelakunya.

Mudah-mudahan Allâh memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan hidayah dan tauhfik untuk berbuat baik sesuai dengan perintah Allâh dan petunjuk Rasul-Nya.

Pelajaran Dari Kajian Ini

1. Ancaman siksa bagi orang-orang kafir dan penyesalan mereka di hari Kiamat.

2. Penyesalan, taubat maupun keimanan seseorang pada saat kematian menjemput dan di saat mereka melihat siksa pada hari Kiamat, semua itu tidaklah bermanfaat bagi mereka.

3. Keinginan dan harapan orang-orang kafir untuk kembali ke dunia untuk melakukan amal shaleh setelah mereka mengetahui kebenaran siksa Allâh .

4. Penyesalan di hari Kiamat tidak berguna.

5. Ketetapan Allâh tidak berubah. Amal perbuatan manusia merupakan sebab bagi mereka untuk mendapatkan balasan baik ataupun buruk.

Wallâhu a’lam. Semoga manfaat.

Sumber : http://majelisfiqih.wordpress.com/2011/11/08/untaian-nasehat-macam-macam-penyesalan/#more-273

  1. veterina reblogged this from islamdiaries
  2. duwisusilo89-blog reblogged this from islamdiaries
  3. flightapollo-blog reblogged this from islamdiaries
  4. oryyyyzasativa reblogged this from islamdiaries
  5. islamdiaries posted this