Pada suatu hari aku duduk & menghadapkan hati ini ke hadirat Allah sambil menyesali rentangan usia yg tlh kulalui. Kupanggil satu detik dari waktu hidupku. Aku katakan pdnya:


+Wahai detik… kembalilah pdku agar aku dpt memanfaatkanmu & mengisi kekuranganku pd dirimu.
- Bagaimana aku dpt kembali kepadamu, pdhl aku tlh tertutup oleh perbuatan2-mu!
+Coba lakukanlah hal yg mustahil itu & kembalilah pdku. Betapa byk detik2 selain km yg jg aku sia2-kan?
- Seandainya kekuasaan ada di tgnku, pastilah aku kembali pdmu, namun tiada kehidupan bagiku & itu terlipat oleh lembaran2 amalmu & diserahkan kpd Allah Ta'ala.
+Apakah mustahil, jika engkau kembali lg, pdhl saat ini kau sdg berbicara dgnku?
- Sesungguhnya detik2 dlm kehidupan manusia, ada yg dpt jd kawan setianya & ada kalanya ia jd musuh besarnya. Aku adalah termasuk detik2 yg jd musuhmu & yg akan jd saksi atasmu di hari Kiamat kelak. Mungkinkah akan bertemu, 2 org yg slg bermusuhan?
+Aduh, alangkah menyesalnya aku. Betapa aku telah srg menyia-nyiakan detik2 dlm perjalanan hidupku! Tetapi sekali lg aku mhn sekiranya kau sudi kembali pdku, niscaya aku akan beramal saleh “di dalammu” yg pernah aku tinggalkan.

Maka detik itupun terdiam, tdk keluar sepatah kata pun. Akupun lantas memanggilnya:
+ Wahai detik, tdkkah kau dengar panggilanku? Kumohon jwblah …
- Wahai org yg lalai akan dirinya, wahai org yg menyia-nyiakan waktunya… Tahukah km, saat ini, demi mengembalikan 1 detik saja, sungguh km tlh menyia-nyiakan beberapa detik dr umurmu. Mungkinkah kau dpt mengembalikan mereka pula? Namun aku hanya dpt berpesan pdmu, “Sesungguhnya segala perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) segala perbuatan buruk.”

Maka, wahai sahabatku bersegeralah beramal, bersungguh-sungguhlah…

“Bertakwalah kpd Allah di manapun km berada. Iringilah keburukan dgn kebajikan, maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tsb, serta perlakukan manusia dgn akhlak yg baik.” (HR Ahmad & Tirmidzi, dishahihkan oleh Tirmidzi)

Diambil dari : http://rihanathalib.tumblr.com (@rihanathalib)

Sumber : http://rihanathalib.tumblr.com/post/19868989147/berdialog-dengan-satu-detik

  1. lutfi-maulana-blog reblogged this from islamdiaries
  2. islamdiaries posted this