1. Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya,
2. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami.
3. Barangsiapa yg Allah beri petunjuk, mk tdk ada yg dpt menyesatkannya, dan siapa yg Allah sesatkan, mk tdk ada yg dpt memberinya petunjuk.
4. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adlh Kitabullaah dan sebaik-baik petunjuk adlh petunjuk Nabi Muhammad Shallallaahu a'alaihi wa sallam,
5. Sejelek-jelek perkara adalah yg diada-adakan, setiap yg diada-adakan adalah bid'ah
6. Dan setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka.
7. Menjelang lebaran pasti ada yg mudik. Ana akan share mengenai etika #Safar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
8. Disunnahkan berpergian pada hari kamis dan pada permulaan siang, sekitar waktu dhu'ha. #Safar
9. ”Sesungguhny Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam pergi mnuju perang Tabuk pd hari Kamis, & Beliau menyukai bepergian pd hari Kamis.” #Safar
10. Muttafaqqun ‘alaih, dan Syaikh Salim bin Id Al Hilali berkata,”Dikeluarkan oleh Bukhari (6/113-Fathul Bari).“ #Safar
11. Disunnahkan membaca do'a ketika menaiki kendaraan. Do'anya lihat Hadits Riwayat Imam Muslim pd kitab Bahjatun Nazhirin (2/211). #Safar
12. Jika kembali, disunnahkan membaca do’a itu lagi dgn tambahan: Kami kembali kepada Allah dgn bertaubat, menyembah dan memujiNya. #Safar
13. Do'a tersebut berdasarkan Hadits Riwayat Imam Muslim nomer 1342. Lihat Bahjatun Nazhirin (2/211). #Safar
14. Disunnahkan tidak sendirian, tetapi bersama teman atau rombongan dan menunjuk salah seorang sebagai pemimpin. Dalilnya: | #Safar
15. ”Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, …. #Safar
16. …. niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri.” [HR Bukhari (6/137, 138-Fathul Bari)] #Safar
17. Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan peringatan akan bahaya perjalanan jika bepergian sendirian. #Safar
18. Syaikh Salim menjelaskan, bepergian seorang diri akan mengundang syethan karena ini merupakan kebiasaan yg dilakukan syethan. #Safar
19. Syethan menjauh dari kelompok musafir yang banyak -minimal 3 orang-, karena kelompok tersebut saling menolong sesama mereka. #Safar
20. Penjelasan Syaikh Salim tersebut dapat dilihat pada Kitab Bahjatun Nazhirin (2/201). #Safar
21. ”Jika ada 3 org yg keluar hendak bepergian, hendaklah mereka menunjuk seorang dari mereka sbg pemimpin.” HR. Abu Dawud no. 2.608 #Safar
22. Seseorang yg ditunjuk sbg pemimpin rombongan, hendaklah orang yg shalih dan mampu mengemban tugas kepemimpinan dalam perjalanan. #Safar
23. Memperhatikan adab-2 ketika singgah & bermalam di suatu tempat. Ini merupakan faedah adab #Safar dari Hadits Riwayat Imam Muslim (1927).
24. Adab lain yg harus diperhatikan saat #Safar adalah tetap berkumpul dgn rombongan dan tdk memisahkan diri ketika singgah di suatu tempat.
25. Memisahkan diri berarti perpecahan. Perpecahan sangat dicintai syethan. Pada perpecahan terdapat madharat yg harus dihindari. #Safar
26. Ketika singgah, dianjurkan berdo’a, bertakbir ketika berada di tempat tinggi, dan bertasbih ketika melewati tempat rendah. #Safar
27. ”Kami bertakbir, jika menaiki (tempat yang tinggi), dan bertasbih manakala kami menuruni lembah.” (6/135-Fathul Bari) #Safar
28. Selama perjalanan, disunnahkan memperbanyak do'a, karena pd saat itu do'a dikabulkan. #Safar
29. ”… do’a orang yg dizhalimi, do’a orang yg bepergian & orang tua (ayah) yg mendo’akan (kejelekan) atas anaknya.” [HR Abu Dawud] #Safar
30. Jika kepentingannya sudah selesai, maka disunnahkan segera pulang dari #Safar
31. "Bila salah seorang kalian telah mencapai maksud dr perjalanannya, hendaklah segera kembali kpd keluarganya.” [3/262-Fathul Bari] #Safar
32. Disunnahkan pulang pada siang hari, karena pulang pada malam hari hukumnya makruh. #Safar
33. ”Jika salah seorang kalian berpergian dalam jangka waktu lama, maka janganlah mengetuk pintu pd malam hari.” [3/620- Fathul Bari] #Safar
34. Disunnahkan sholat dua raka'at di masjid terdekat sebelum mendatangi rumahnya. #Safar
35. Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam datang dr perjalanan, Beliau mendatangi masjid & shalat dua raka’at. [Muslim 2.789] #Safar
36. Yang ini wajib diperhatikan –> DIHARAMKAN WANITA BEPERGIAN TANPA DISERTAI MAHRAMNYA. #Safar
37. ”Tidak halal wanita yg beriman kpd Allah dan hari akhir bepergian sehari semalam, kecuali disertai mahramnya” [Muttafaqun ‘alaih] #Safar
38. Tetapi bukan berarti wanita dibolehkan bepergian dengan tanpa mahram jika jaraknya kurang dari sehari semalam. #Safar
39. Karena ada beberapa hadits lain yg menjelaskan haramnya wanita bepergian tanpa mahram secara mutlak (tdk terikat jarak & waktu). #Safar
40. Semoga kita mampu mengambil manfaat dan meneladani Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan kita. #Safar
41. Semoga kita berhak mendapat syafa’atnya dan termasuk yg memperoleh kesempatan minum dari telaga Beliau pada hari kiamat nanti. #Safar
42. Subhanakallahumma wabihamdika, Asyhadu alla ilaha illa anta, Astaghfiruka wa atubu ilaik. Sekian | #Safar
DO’A KETIKA MENAIKI KENDARAAN
عَنِ ا بِنِ عُمَر رضي الله عَنهما أنَّ رَسوُلَ الله صلى الله عليه و سلم كَانَ إذَا اسْتَوَى عَلَى بِبَعِيْرِهِ خَارِجًا إلى السَّفَرِ كَبَّرَ ثَلاَثًا ثُمَّ قَالَ
Do'a dimulai dari sini:
(( سُبْحَانَ الََّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَ مَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَ إنَّا إلى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اللهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ في سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَ التَقْوَى وَ مِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى . اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللهُمَّ أنْتَ الصَّاحِبُ في السَّفَرِ وَ الخَلِيْفَةُ في الأهْلِ اللهُمَّ إنّيِ أعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَ كَآبَةِ المَنْظَرِ وَ سُوْءِ المُنْقَلَبِ في المَالِ وَ الأهْلِ وَ الَوَلَدِ)).
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menaiki kendaraan ketika hendak bepergian, Beliau bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa: “Maha Suci Dzat yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami dahulu tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Rabb kamilah, kami akan kembali. Ya, Allah! Kami mohon kepadaMu dalam perjalanan kami ini kebajikan dan takwa, serta amal yang Engkau ridhai. Ya, Allah! Mudahkanlah perjalanan kami ini, serta dekatkanlah jarak perjalanan kami. Ya, Allah! Engkaulah teman dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggal. “Ya, Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam perjalanan, kesedihan serta tempat kembali yang buruk dalam keluarga, harta dan anak”.
Dan jika kembali dari perjalanan, disunnahkan membaca do’a di atas, kemudian ditambah dengan lafazh: آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ (Kami kembali kepada Allah dengan bertaubat, menyembah dan memujiNya)
HR Muslim. Syaikh Salim berkata,”Dikeluarkan oleh Muslim (1342).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/211)
Sumber : twitter : @mamoadi